Senin, 24 November 2014

RANCANG BANGUN SISTEM PENGENDALI IRIGASI BERBASIS ANALISIS EVAPOTRANSPIRASI DENGAN KONTROLER PI



Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan sehingga ketersediannya mutlak diperlukan sepanjang masa, sedangkan sumber air semakin menurun dan menjadi langka pada saat musim kemarau. Salah satu cara memenuhi kebutuhan air tanaman secara tepat adalah menghitung evapotranspirasi tanaman dengan persamaan Penman-Monteith.  Sedangkan media untuk merealisasikan hasil perhitungan tersebut adalah dengan membuat sistem pengendali irigasi.
Metode yang digunakan dalam pembuatan sistem pengendali irigasi adalah dengan mensimulasikan, membuat konversi program, membuat prototipe dan menguji prototipe. Sistem pengendali irigasi yang dibuat  memiliki input dari cuaca lingkungan yang diperoleh dengan sensor dan memiliki output  katup untuk mengalirkan air. Katup yang digunakan yaitu katup katup linier dan dipasang pula katup on/off sebagai pembanding performanya.
Parameter utama yang dijadikan sebagai input adalah temperatur udara, kecepaan angin, kelembaban relatif, dan radiasi matahari. Semua parameter diakuisisi secara digital kecuali radiasi matahari, radiasi matahari diakuisisi dengan pembentukan korelasi dengan jaringan syaraf tiruan dari temperatur dan intensitas cahaya matahari. Kontroler yang digunakan untuk masing-masing katup yaitu  katup on/off dikendalikan dengan kontroler on/off dan katup linier dikendalikan dengan kontroler PI dengan konstanta Kp=1,15 dan Ki=0,95.
Hasil simulasi dari sistem pengendali on/off menghasilkan error sebesar 0,68%, sedangkan sistem pengendali PI menghasilkan error sebesar 0,02% sedangkan Penerapan sistem pengendali on/off  menghasilkan error sebesar 2,20%, sedangkan sistem kontrol PI menghasilkan error sebesar 1,74%.

Kata kunci: Evapotranspirasi,  kontroler PI, katup linier, jaringan syaraf tiruan

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selasa, 28 Agustus 2012

Termometer Digital


TUTORIAL
TERMOMETER DIGITAL
DENGAN MICROCONTROLLER
UNTUK TINGKAT PEMULA DAN MENENGAH
Kata kunci : tutorial  microcontroller atmega8535 , termometer digital , akuisisi data lm35
Tulisan  berikut membahas perancangan sistem akuisisi data suhu yang menggunakan komponen-konponen dasar berupa sebuah sensor suhu, mikrokontroller dan LCD sebagai fasilitas penampil. Sistem akuisisi data suhu menjadi satu hal yang sangat penting dalam kegiatan perindustrian, karena merupakan sebagian kecil dari sebuah proses kontrol. Berkenaan dengan pentingnya sistem, maka dilakukan perancangan sistem akusisi data suhu yang mampu melakukan kegiatan monitoring suhu suatu plant. Data yang akan diukur merupakan sebuah besaran fisis temperature sehingga untuk dapat diolah dan ditampilkan dalam bentuk sistem elektris digunakan sensor suhu LM35 yang mampu mengkonversi besaran tersebut dengan kenaikan 10mV/ºC. Untuk dapat merancang sistem maka pertama kali dilakukan proses mengubah suhu menjadi tegangan analog menggunakan sensor suhu LM35. Setelah melalui proses pengkondisian sinyal dengan cara dikuatkan, tegangan analog diubah menjadi data digital selanjutnya Data digital yang diperoleh kemudian diolah oleh Mikrokontroller Atmega8535 dan ditampilkan dalam LCD 16x2, sehingga didapatkan suatu informasi mengenai suhu plant dengan satuan ºC pada sebuah LCD. Dari perancangan sistem akuisisi data suhu didapatkan hasil bahwa sistem ini memiliki kemampuan untuk mengukur suhu dari 25ºC sampai 100ºC dengan error rata-rata penunjukan suhu sebesar 0,2125°C.

Electronic Schematic


Akuisisi data
Akuisisi data yang dilakukan oleh penulis yaitu dengan persamaan ADC dan menguji langsung yakni Sensor suhu LM35 diuji dengan cara memberikan catu 5V dan memberikan pemanasan secara tidak langsung, sedangkan tegangan keluaran langsung diamati dengan voltmeter. Dari pengujian didapatkan data sebagai berikut.

Hasil pengujian sensor LM35

               Suhu              Tegangan output
35°C              0.35 V
40°C              0.40 V
45°C              0.45 V

jika hasil pengujian diketahui tegangan keluaran sensor naik sebesar 50mV untuk setiap 5°C atau
10mV/°C, maka sensor telah bekerja dengan baik.

Turunkan persamaan:

Koreksi persamaan Misalkan pengukuran tegangan menggunakan multimeter LM35 menunjukkan angka 400 mV:

Perhitungan diatas menunjukkan tegangan 400mV menghasilkan tampilan suhu 40 C. hal ini sesuai dengan nilai yang didapat dari pengujian LM35 dan dapat disimpulkan bahwa persamaan tersebut banar.

Langkah Pemrograman
Pastikan komputer anda sudah terinstal aplikasi CodeVision AVR dan Driver dari downloader yang anda pakai.jalankan program CodeVision AVR.
Ketikkan program sbg berikut:


Tambahkan program sepertipada kolom merah


 congratsss!!!!
 Selamat mencoba
original By: suwoko (fb: kokolate TheEngineer)