Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan sehingga
ketersediannya mutlak diperlukan sepanjang masa, sedangkan sumber air semakin
menurun dan menjadi langka pada saat musim kemarau. Salah satu cara memenuhi
kebutuhan air tanaman secara tepat adalah menghitung evapotranspirasi tanaman
dengan persamaan Penman-Monteith. Sedangkan media untuk merealisasikan hasil
perhitungan tersebut adalah dengan membuat sistem pengendali irigasi.
Metode yang digunakan dalam pembuatan sistem pengendali
irigasi adalah dengan mensimulasikan, membuat konversi program, membuat
prototipe dan menguji prototipe. Sistem pengendali irigasi yang dibuat memiliki input dari cuaca lingkungan yang
diperoleh dengan sensor dan memiliki output katup untuk mengalirkan air. Katup yang
digunakan yaitu katup katup linier dan dipasang pula katup on/off sebagai pembanding performanya.
Parameter utama yang dijadikan sebagai input adalah
temperatur udara, kecepaan angin, kelembaban relatif, dan radiasi matahari.
Semua parameter diakuisisi secara digital kecuali radiasi matahari, radiasi
matahari diakuisisi dengan pembentukan korelasi dengan jaringan syaraf tiruan
dari temperatur dan intensitas cahaya matahari. Kontroler yang digunakan untuk
masing-masing katup yaitu katup on/off dikendalikan dengan kontroler on/off dan katup linier dikendalikan
dengan kontroler PI dengan konstanta
Kp=1,15 dan Ki=0,95.
Hasil simulasi dari sistem pengendali on/off menghasilkan error sebesar 0,68%, sedangkan sistem
pengendali PI menghasilkan error
sebesar 0,02% sedangkan Penerapan sistem pengendali on/off menghasilkan error
sebesar 2,20%, sedangkan sistem kontrol PI
menghasilkan error sebesar 1,74%.
Kata
kunci: Evapotranspirasi, kontroler PI, katup
linier, jaringan syaraf tiruan
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------